bening
Kenaikan
kelas tahun ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi Bening. Artinya ia masih
bisa bersekolah lagi, belajar dan bercanda bersama teman dan guru. Berbagi
cerita hebat, berebut tawa suka. Batinnya berucap pelan “ Terima kasih ya Allah atas karuniaMu pada keluargaku.”
Ini kisah Bening, kawan.
Makhluk Tuhan yang terus berusaha mensyukuri pemberian-Nya, apa pun
itu. Tak peduli cerah maupun kabut, terang maupun gulita, tenang maupun sepi,
anugerah bahkan duka. Bening tetaplah Bening. Angin kencang tak bisa
merobohkannya, awan kelabu tak jua membutakannya. Karena ia punya Tuhan yang
mampu menolongnya. Bening tetaplah Bening. Berterima kasih adalah langkah awal
bagi kebahagiaan hidup, inilah yang menjadi pegangan seorang Bening. Tuhan akan
selalu ada untuk makhluk-Nya yang tahu diri. Tak pernah berburuk sangka,
apalagi menghina. Bening tetaplah Bening.
Kejernihan hati Bening seolah menjadi oase ditengah kepicikan dalam
hidup. (Sebagian) manusia sering lalai akan tugasnya di hamparan bumi Tuhan
ini. Saat amanah penting Tuhan terabaikan, saat itu pula manusia menjadi
rendah. Saat kesombongan meraja, saat itu pula hidup terjajah. Bening tetaplah
Bening. Ia berjuang keras untuk menjadi Bening yang jernih. Tuhan pasti
mendengar suaranya, mengerti apa yang diinginkannya dan memberi apa yang
dibutuhkannya. Bening tetaplah Bening.
Ia mengajarkan kerendahan hati, karena manusia tak pantas dipuja. Ia
menumbuhkan kesabaran, karena manusia terlalu serakah. Ia membagi kasih, karena
Tuhan tak pernah tidur. Ia terus berdiri memberi yang terbaik. Bening, Bundaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar